Perasaan Perantau

Pembaca sekalian..
Mungkin ini adalah ungkapan perasaan saya pribadi, namun menurut saya, semua perantau pasti merasakan apa yang mungkin saya rasakan.
Waktu singkat saya merantau mungkin tidak seberapa dibandingkan pembaca sekaliyan yang juga merantau. Ini adalah kali pertama saya belajar mengadu nasib, mencoba keberuntungan saya di tempat baru. Awalnya, saya kurang yakin, namun berkat ijin dan doa kedua orangtua saya, saya yakin bahwa "saya mampu mencoba pilihan ini".
Akhir tahun 2013, tepatnya, saya mulai mencoba merantau di tempat orang, di mana di sana saya tidak mengenal siapa- siapa, namun saya bersama dengan rekan saya.
Satu bulan berlalu, dua bulan, tiga bulan, saya masih merasa "saya mampu, saya bisa". Saya terus meyakinkan diri saya. Saya berpikir mungkin dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan saya, akan mengurangi rasa jenuh saya karena ingin kembali ke kampung halaman.
Satu tahun berlalu, menginjak tahun kedua, saya mulai menemukan apa yang saya cari di sini, bukan hanya pekerjaan, relasi baru yang saya cari di sini, saya butuh keluarga baru di sini, saya bertemu bapak, sebut namanya bpk Pur. Beliau sangat berjasa dalam hidup saya, membimbing saya menemukan apa yang sebenarnya saya cari di sini, beliau seperti ayah saya di tempat perantauan ini, seperti embun pagi yg menyejukkan, setiap pesan yang beliau sampaikan.
Sampai lah saya ditiitk sekarang, mendapat kesempatan tugas belajar di salah satu sekolah tinggi di jawa, yang membawa saya bisa lebih dekat dengan keluarga saya.
Satu hal yang saya ingat dari beliau sebelum saya berangkat tugas belajar di sini, berbuatlah sesuatu untuk lingkungan di sekitarmu, jangan berdiam diri, lakukan apa yang kamu bisa selama itu ada di track yg benar, ingat selalu ayah dan ibumu di setiap langkahmu.
Terima kasih bapak..terima kasih..mungkin saya tidak bisa menyampaikan nya langsung namun melalui tulisan saya ini, semoga bisa mewakili semuanya.

By : ayudha

Komentar

  1. Bersyukurlah mereka yg tiap hari bisa makan masakan dari ibu mereka di rumah.,Tpi bersyukurlah juga karna pengalaman seperti ini mengajarkan kita untuk bertahan hidup dan bersosialisasi dgn dunia luar

    BalasHapus

Posting Komentar